Sampaikan beritanya pada buLan sabit yang pertama...
Katakan padanya
; Cahaya temaram itu kusimpan didalam tubuhku,
sebagai pengganti atma yang kembali ke langit ke tujuh.
Kalau aku mati
Kuburkan aku dalam do'a - do'a ketentraman,
Agar sajak - sajak yg menuliskan elegi
Sempurna kala matahari kembali esok hari.
Bila aku mati
Biarkan ceritaku ikut mengakhiri paragrafh nya yang sunyi,
agar perjalan yang tak usai dan tak menemu dermaga itu tak membuatku mati dalam rasa perih...
puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia
Kota Sunyi, Mei 2011
Di Tulis oleh ZeLika_Merry
No comments:
Post a Comment