Wajah jengah sudah menatap kepak sayap anak pipit di lapang ilalang,
sedang gemuruh di dada waktu tak hilang,
masih mengambang diantara tiupan angin tenggara yg rapuh..
Beri aku ciuman, wahai kekasih matahari.
Biar hangat jiwaku membinar,
meluluhkan beku nurani yg sangar.
Beri aku ciuman, wahai jantung hati sunyi.
Biar senyap sepi yg nyalang mampu memugar raga tuk tegap melangkah.
Beri aku ciuman, wahai benderang hari.
Agar separuh cahaya mampu menyelinap menjadi lentera hati.
...
Showing posts with label mempawah. Show all posts
Showing posts with label mempawah. Show all posts
Tuesday, May 31, 2011
Thursday, May 5, 2011
KembaLi
Kuhidupkan lagi de ja vu rasa
yang pernah menitik dulu entah karena apa,
Mungkin waktu itu cahaya rembulan sedang sempurna,
walau berbentuk tidak purnama....
Dan inilah keindahan yang kukembalikan,
Walau tak seranum hamparan krisan...
Namun 'membaca' gelapar bola mata
adalah musim semi yang memekarkan bunga - bunga keabadian jiwa...
Lalu sunyi pun tau,
Lembar - lembar buku catatan yang kosong
kan kembali menjadi prasastinya dalam wujud lalu yang teralpakan....
( meLihat kembaLi sunyi yang indah )
By. ZeLika_Merry Mempawah
puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia
yang pernah menitik dulu entah karena apa,
Mungkin waktu itu cahaya rembulan sedang sempurna,
walau berbentuk tidak purnama....
Dan inilah keindahan yang kukembalikan,
Walau tak seranum hamparan krisan...
Namun 'membaca' gelapar bola mata
adalah musim semi yang memekarkan bunga - bunga keabadian jiwa...
Lalu sunyi pun tau,
Lembar - lembar buku catatan yang kosong
kan kembali menjadi prasastinya dalam wujud lalu yang teralpakan....
( meLihat kembaLi sunyi yang indah )
By. ZeLika_Merry Mempawah
puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia
Tuesday, May 3, 2011
EmoSi
Kalau kau memperturutkan emosi,
Maka ia akan menyesatkanmu ke dalam kegelapan hati.
Dan kau akan menganggap hasutannya sebagai keyakinan diri...
Kalau kau mencari dirimu,
bukan di belukar hasrat. **
Bukan di lautan emosi,
Karna tak kan kau temu disana..
Yang terjadi justru hanyalah kepongahan yg lahir dari kepompong sakit hati.
Kenapa tak kau coba sejenak keluar dari lingkar hidupmu?
dan pandangilah dirimu sendiri dari sudut pandang yang lain,
Mungkin kau kan mengerti..
bahwa emosi pelan - pelan membuatmu melupakan naluri ikhlas kasih...
Sebenarnya, aku pun sama sepertimu,
Pernah disesatkan oleh emosi...
Namun akhirnya aku sadar,
bahwa disinilah proses kedewasaan diri,
Bila kau sanggup melewatinya dengan ketenangan sikap dan kelapangan hati
niscaya jiwamu kan menemukan kekuatan yang hakikih...
( buat seorang "Kawan" yang diliputi mendung gelap Emosi )
By. ZeLika_Merry Mempawah
puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia
NOTE :
** Penggalan puisi Pay Jarot Sujarwo
Maka ia akan menyesatkanmu ke dalam kegelapan hati.
Dan kau akan menganggap hasutannya sebagai keyakinan diri...
Kalau kau mencari dirimu,
bukan di belukar hasrat. **
Bukan di lautan emosi,
Karna tak kan kau temu disana..
Yang terjadi justru hanyalah kepongahan yg lahir dari kepompong sakit hati.
Kenapa tak kau coba sejenak keluar dari lingkar hidupmu?
dan pandangilah dirimu sendiri dari sudut pandang yang lain,
Mungkin kau kan mengerti..
bahwa emosi pelan - pelan membuatmu melupakan naluri ikhlas kasih...
Sebenarnya, aku pun sama sepertimu,
Pernah disesatkan oleh emosi...
Namun akhirnya aku sadar,
bahwa disinilah proses kedewasaan diri,
Bila kau sanggup melewatinya dengan ketenangan sikap dan kelapangan hati
niscaya jiwamu kan menemukan kekuatan yang hakikih...
( buat seorang "Kawan" yang diliputi mendung gelap Emosi )
By. ZeLika_Merry Mempawah
puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia
NOTE :
** Penggalan puisi Pay Jarot Sujarwo
Sunday, May 1, 2011
M A T I
Jika aku mati
Sampaikan beritanya pada buLan sabit yang pertama...
Katakan padanya
; Cahaya temaram itu kusimpan didalam tubuhku,
sebagai pengganti atma yang kembali ke langit ke tujuh.
Kalau aku mati
Kuburkan aku dalam do'a - do'a ketentraman,
Agar sajak - sajak yg menuliskan elegi
Sempurna kala matahari kembali esok hari.
Bila aku mati
Biarkan ceritaku ikut mengakhiri paragrafh nya yang sunyi,
agar perjalan yang tak usai dan tak menemu dermaga itu tak membuatku mati dalam rasa perih...
puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia
Sampaikan beritanya pada buLan sabit yang pertama...
Katakan padanya
; Cahaya temaram itu kusimpan didalam tubuhku,
sebagai pengganti atma yang kembali ke langit ke tujuh.
Kalau aku mati
Kuburkan aku dalam do'a - do'a ketentraman,
Agar sajak - sajak yg menuliskan elegi
Sempurna kala matahari kembali esok hari.
Bila aku mati
Biarkan ceritaku ikut mengakhiri paragrafh nya yang sunyi,
agar perjalan yang tak usai dan tak menemu dermaga itu tak membuatku mati dalam rasa perih...
puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia
Kota Sunyi, Mei 2011
Di Tulis oleh ZeLika_Merry