Showing posts with label Indonesian literature. Show all posts
Showing posts with label Indonesian literature. Show all posts

Tuesday, July 5, 2011

Purnama Basah

Langit begitu terang,
melukiskan bunga bunga awan persembahan cinta pd cakrawala malam,
Adakah hati menjadi begitu gamang?
Bila tiba tiba rintik hujan bagai jarum menghujam?

Namun purnama yg basah tetap saja bercerita
Menanamkan kata Bara pada sisi kerapuhan sukma,
sebab disana.. Pernah jg ia semikan setitik cahaya.

Purnama basah,
Seperti hati yg tersiram hujan terang bulan,
sukma memang resah..
Membiarkan kepak sayap ilusi terbang tak berteman...
 
 

Sunday, June 26, 2011

SummeR

 
 
 
Jutaan butir embun sirna di laman tempat bunga asa tertanam
di ganti ketakterhitungan debu perak sarat kesilauan,
Mengambang
menjadi kabut yg lain sebelum kabut serat awan turun dari bebukit..

Lalu Dayu angin menghempas langkah kearah terhapusnya jejak,
panorama masih sama
romansa musim tak beda
Tapi
Ada yg hilang sejak malam pergi berhari hari yg lalu.

Khatulistiwa, Summer.
Matahari saja yg mampu merapalkan
bahwa mantra mantra sajak pencarian tlah kehilangan kemampuan tuk menembus julang misteri yg kau pagarkan.

!

Thursday, May 5, 2011

KembaLi

Kuhidupkan lagi de ja vu rasa
yang pernah menitik dulu entah karena apa,
Mungkin waktu itu cahaya rembulan sedang sempurna,
walau berbentuk tidak purnama....

Dan inilah keindahan yang kukembalikan,
Walau tak seranum hamparan krisan...
Namun 'membaca' gelapar bola mata
adalah musim semi yang memekarkan bunga - bunga keabadian jiwa...

Lalu sunyi pun tau,
Lembar - lembar buku catatan yang kosong
kan kembali menjadi prasastinya dalam wujud lalu yang teralpakan....


( meLihat kembaLi sunyi yang indah )


By. ZeLika_Merry Mempawah

puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

Tuesday, May 3, 2011

EmoSi

Kalau kau memperturutkan emosi,
Maka ia akan menyesatkanmu ke dalam kegelapan hati.
Dan kau akan menganggap hasutannya sebagai keyakinan diri...

Kalau kau mencari dirimu,
bukan di belukar hasrat. **
Bukan di lautan emosi,
Karna tak kan kau temu disana..

Yang terjadi justru hanyalah kepongahan yg lahir dari kepompong sakit hati.

Kenapa tak kau coba sejenak keluar dari lingkar hidupmu?
dan pandangilah dirimu sendiri dari sudut pandang yang lain,
Mungkin kau kan mengerti..
bahwa emosi pelan - pelan membuatmu melupakan naluri ikhlas kasih...

Sebenarnya, aku pun sama sepertimu,
Pernah disesatkan oleh emosi...
Namun akhirnya aku sadar,
bahwa disinilah proses kedewasaan diri,
Bila kau sanggup melewatinya dengan ketenangan sikap dan kelapangan hati
niscaya jiwamu kan menemukan kekuatan yang hakikih...


( buat seorang "Kawan" yang diliputi mendung gelap Emosi )



By. ZeLika_Merry Mempawah

puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

NOTE :
** Penggalan puisi Pay Jarot Sujarwo

Sunday, May 1, 2011

M A T I

Jika aku mati
Sampaikan beritanya pada buLan sabit yang pertama...

Katakan padanya
; Cahaya temaram itu kusimpan didalam tubuhku,
sebagai pengganti atma yang kembali ke langit ke tujuh.

Kalau aku mati
Kuburkan aku dalam do'a - do'a ketentraman,
Agar sajak - sajak yg menuliskan elegi
Sempurna kala matahari kembali esok hari.

Bila aku mati
Biarkan ceritaku ikut mengakhiri paragrafh nya yang sunyi,

agar perjalan yang tak usai dan tak menemu dermaga itu tak membuatku mati dalam rasa perih...


puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

Kota Sunyi, Mei 2011
Di Tulis oleh ZeLika_Merry
Increase traffic