Showing posts with label Puisi cinta. Show all posts
Showing posts with label Puisi cinta. Show all posts

Sunday, October 2, 2011

PergiLah...

Dimalam berkabut,
jangan dingin meyarangkan angin pd rongga rindu,
biar kosong menelangsakan segenap jiwa.

Pergilah,
angin
sejauh kau mampu menenangkan hembusmu,
sejauh kau mampu pergi demi meyelamatkan perasaan takutmu.

Pergilah,
tanpa pernah mengingat rongga rindu kosongku yg terbiar.
Jangan mengasihani dukaku, mgkn aku memang pantas untuk menerimanya.

Namun, ketika kau pergi..
Tolong kunci gerbang jiwa rapat rapat
dan letakan segala rasa diatas pusaranya di laman depan,
agar ketika kau berpaling suatu hari
kau akan menganggap aku mati...


*tu2p pintu, takut masuk angin*
(semalam)

Monday, September 5, 2011

JeJaK

Apa kau ingat jejak hati?
Di bias cakrawala malam ia melukis langkah langkah sendiri..
Sebelum menemu cahaya biru disudut langit,
tersembunyi di kisi kisi paling tepi...

Kau ingat jejak hati?
Tak lelah ia telusuri sunyinya,
di gaung alur tak bertepi
di liku cerita misteri hati.

...dan Takdir menerbangkan mimpi mimpi,
membawa jiwa membawa diri
pada temu...

Bertemu bintang hati...
Yg diturunkan nirwana sebagai penyempurna bagian kosong didalam hati, didalam benak, didalam jiwa.


( untukmu )

Monday, July 4, 2011

Lighthouse

Aku bukan mercusuar yang setia menjagai pantai,
tak huyung meski musim musim datang dan pergi dengan pongah...

Aku bukan mercusuar yang kokoh menjagai pantai,
yang biar ombak ganas menerpa pun ia tak kan bergeming.

Aku bukan mercusuar yang senantiasa menjagai pantai,
yang selalu mencahayakan gulita bagi kapal yang tesesat didalam badai.

Aku bukan...
Dan aku tak mampu...

Karna hati terbuat dari gumpalan darah, bukan bebatuan kokoh tak punya rasa...

Aku bukan mercusuar...
Kan ku biarkan pantaiku gelap...



Thursday, May 5, 2011

KembaLi

Kuhidupkan lagi de ja vu rasa
yang pernah menitik dulu entah karena apa,
Mungkin waktu itu cahaya rembulan sedang sempurna,
walau berbentuk tidak purnama....

Dan inilah keindahan yang kukembalikan,
Walau tak seranum hamparan krisan...
Namun 'membaca' gelapar bola mata
adalah musim semi yang memekarkan bunga - bunga keabadian jiwa...

Lalu sunyi pun tau,
Lembar - lembar buku catatan yang kosong
kan kembali menjadi prasastinya dalam wujud lalu yang teralpakan....


( meLihat kembaLi sunyi yang indah )


By. ZeLika_Merry Mempawah

puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

Tuesday, May 3, 2011

EmoSi

Kalau kau memperturutkan emosi,
Maka ia akan menyesatkanmu ke dalam kegelapan hati.
Dan kau akan menganggap hasutannya sebagai keyakinan diri...

Kalau kau mencari dirimu,
bukan di belukar hasrat. **
Bukan di lautan emosi,
Karna tak kan kau temu disana..

Yang terjadi justru hanyalah kepongahan yg lahir dari kepompong sakit hati.

Kenapa tak kau coba sejenak keluar dari lingkar hidupmu?
dan pandangilah dirimu sendiri dari sudut pandang yang lain,
Mungkin kau kan mengerti..
bahwa emosi pelan - pelan membuatmu melupakan naluri ikhlas kasih...

Sebenarnya, aku pun sama sepertimu,
Pernah disesatkan oleh emosi...
Namun akhirnya aku sadar,
bahwa disinilah proses kedewasaan diri,
Bila kau sanggup melewatinya dengan ketenangan sikap dan kelapangan hati
niscaya jiwamu kan menemukan kekuatan yang hakikih...


( buat seorang "Kawan" yang diliputi mendung gelap Emosi )



By. ZeLika_Merry Mempawah

puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

NOTE :
** Penggalan puisi Pay Jarot Sujarwo

Sunday, May 1, 2011

M A T I

Jika aku mati
Sampaikan beritanya pada buLan sabit yang pertama...

Katakan padanya
; Cahaya temaram itu kusimpan didalam tubuhku,
sebagai pengganti atma yang kembali ke langit ke tujuh.

Kalau aku mati
Kuburkan aku dalam do'a - do'a ketentraman,
Agar sajak - sajak yg menuliskan elegi
Sempurna kala matahari kembali esok hari.

Bila aku mati
Biarkan ceritaku ikut mengakhiri paragrafh nya yang sunyi,

agar perjalan yang tak usai dan tak menemu dermaga itu tak membuatku mati dalam rasa perih...


puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

Kota Sunyi, Mei 2011
Di Tulis oleh ZeLika_Merry
Increase traffic