Showing posts with label Kesusastraan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Kesusastraan Indonesia. Show all posts

Sunday, October 23, 2011

Sajak Sendu #2

eF, ini matahari pertama yang cerah sepanjang mingguku yang sesak,
tak peduli ku berusaha keras melupakan waktu
pun jerit rindu yang kian nyalang itu

Namun derai hujan membuat suaraku beku...

Bukan selinap aura seperti yang sudah - sudah,
hanya hujan, hanya tetes air,
hanya belati dingin yang menyayat - nyayat paruh hari

eF, Sejauh enggang pergi
merapati samudera tempat nelangsa terlarung
lagi,
tak peduli seberapa keras kumelupakan waktu
kuenyahkan kalut gelisah
Tapi tidur - tidur dimalam kerap kehilangan makna

eF, kucegah hatiku mencarimu
Seperti kau berusaha keras mencegah musim biru singgah ke jiwamu.


Mempawah, Oktober Kelabu.

Yang...

Yang benar benar dijerat jaring hujan
adalah jiwaku
terselaput ia oleh yang mampu mengaburkan segala.

Yang terseret angin kedalam keterambangan
adalah benakku
remuklah origami origami pendiri rasa
diremas diksi yang keruh.

Mungkin keikhlasan belum mekar penuh,
tapi waktu tak bisa menunggu..
Yang lalu, yang lewat, yang kan segera melintas,
selayak bongkahan batu yang yang melesat ke dimensi yang begitu niskala.

Yang terdiam dengan kekosongan diri
...adalah aku.


**Lg puyeng sampe kepala benar2 terasa berat



Mempawah, Oktober 2011

Tuesday, October 18, 2011

Nyanyian Biru

Sepulang aku dari bukit batu,
darahku menderu
teringat jalan terjal pendakian
Seperti jalanku yang mencoba menuju...

Nyanyiku biru..
Pada irama waktu yg menotasikan not not di spasi rindu.
Seiring nada yg naik setengah laras,
begitu cinta yg membekas setengah mati..

Bukit batu
nyanyiku biru
aku merindu pada sesuatu yg kurindu,
Seseorang, katakan padaku tentang apa sesuatu itu...

Nyanyiku biru,
membirukan laut
membirukan langit
membirukan rindu


( ..cuaca dingin dibulan Oktober )


Sunday, October 2, 2011

PergiLah...

Dimalam berkabut,
jangan dingin meyarangkan angin pd rongga rindu,
biar kosong menelangsakan segenap jiwa.

Pergilah,
angin
sejauh kau mampu menenangkan hembusmu,
sejauh kau mampu pergi demi meyelamatkan perasaan takutmu.

Pergilah,
tanpa pernah mengingat rongga rindu kosongku yg terbiar.
Jangan mengasihani dukaku, mgkn aku memang pantas untuk menerimanya.

Namun, ketika kau pergi..
Tolong kunci gerbang jiwa rapat rapat
dan letakan segala rasa diatas pusaranya di laman depan,
agar ketika kau berpaling suatu hari
kau akan menganggap aku mati...


*tu2p pintu, takut masuk angin*
(semalam)

Sunday, September 18, 2011

TanggaL MERAH

Kapan
kan temukan
sebuah tanggal Merah
yang kan memberiku izin tuk menjelajahinya
menyelami dalam palung didalamnya
mengentaskan jarak menjadi detik - detik penghayatan

Kapan
kan kutemukan
sebuah tanggal Merah
yang kan memungkinkanku kesana
leluasa memainkan langkah mendaki ketinggian nirwana
merentangkan tangan, menyatu dalam dalam angin
ikut mengembara ke tempat kaki dan jiwa tak pernah menjejak.

Kapan
kan kutemukan
sebuah tanggal Merah
yang kan mendekap erat hampaku
menggandeng jemari mengitari kota - kota mimpi

Sebuah tanggal Merah
yang kan me-Merahkan kabut selamanya

Selamanya......


Tuesday, September 6, 2011

Kata - Katamu

Katamu,
kau iri pada lakon di dalam puisi - puisi ku

Katamu,
kau ingin dicintai seperti cinta yang kutulis di larik - larik puisiku

Katamu,
kau akan menjadi cahaya
agar tak ada lagi suram di hari-hariku

Katamu,,,
kaulah yang akan menghapuskan pedih masa lalu dengan cintamu

Katamu,,,
kaulah yang akan mengajariku ketegaran dengan semangat kasih dan rindumu.

Tapi...
Setelah kau kucintai dengan cinta seperti yang kau inginkan,
dengan cinta yang lebih dalam dari yang sekedar ku tulis pada puisi - puisiku,
mana kata - kata mu..????


( Mei 2008 )

Monday, September 5, 2011

JeJaK

Apa kau ingat jejak hati?
Di bias cakrawala malam ia melukis langkah langkah sendiri..
Sebelum menemu cahaya biru disudut langit,
tersembunyi di kisi kisi paling tepi...

Kau ingat jejak hati?
Tak lelah ia telusuri sunyinya,
di gaung alur tak bertepi
di liku cerita misteri hati.

...dan Takdir menerbangkan mimpi mimpi,
membawa jiwa membawa diri
pada temu...

Bertemu bintang hati...
Yg diturunkan nirwana sebagai penyempurna bagian kosong didalam hati, didalam benak, didalam jiwa.


( untukmu )

R!ndu

BiLa nanti waktu mengunci sepi pada keterasingan abadi,
biLa ragam rindu meruncing teraut hari,
maka dekap kasih di reLung nirwana adaLah damba..
WaLau pusara tanda tanya tLah kian Lama menandai matinya harapan.

BiLa itu,
aku kan menunggu di puncak sebukit rama,
menikmati nyanyian angin,
merenung jauh pada kabut nun jauh..
Mungkin kan terobati rindu.

Tapi tiada aku tau,
setegak apa semangat tumbuh..
Karna kusangsi
bahwa aku mampu sendiri...

.

( sajak tak beralur )

Agustus 2011

Sunday, August 14, 2011

Tak Mesti Selalu Tentang Cinta

BiLa saja,
Spasi kosong menggamit resahku
kan ku untai riak emosi ke daLam kata samar samar berlembayung..

dan
itu bukan selalu tentang cinta..
Karna kadang aku pun jenuh pada cinta, pada kata cinta, pada puisi cinta, pada lagu cinta, pada cerita cinta, pada pahit manis cinta..

Bukankah sunyi maLam pun indah tuk ku jabarkan daLam lukisan kata di permukaan daun lontar?

Hidup punya banyak cerita,
Yang ku tera di spasi kosong punya banyak warna,
dan
tak mesti harus slalu tentang cinta...

Sunday, August 7, 2011

Khanasii.....

Kanashii,
watashi wa..............


Siapa yang mengira bila angin musim panas yang berhembus
tiba tiba terasa bagai suriken dingin yang meluncur dan tepat mendarat manis di ulu hati?
Siapa yang mengira bila juga hujan terang bulan turun gerimis dan mematikan tidur tidur ilalang liar?

Bagaimana pun juga, tak mesti ada sebab yang berbentuk badai ketika tiba tiba mendapati diri bersandar pada keterserakan lukisan musim semi..

Kanashii...
Karena kabut kabut terkumpul dari perjalanan cakrawala,
mengungkung ilusiku dalam kepompong tanpa metamorfosa.
Kanashii...
Karena pekatnya hari tak bisa kuselak demi musim agar tak hitam putih...

Terdampar,
Terlempar,
Tersisih,
oleh hari oleh mimpi

Kanashii...


By. ZeLika_Merry
Mempawah, 050811

Tuesday, July 5, 2011

Purnama Basah

Langit begitu terang,
melukiskan bunga bunga awan persembahan cinta pd cakrawala malam,
Adakah hati menjadi begitu gamang?
Bila tiba tiba rintik hujan bagai jarum menghujam?

Namun purnama yg basah tetap saja bercerita
Menanamkan kata Bara pada sisi kerapuhan sukma,
sebab disana.. Pernah jg ia semikan setitik cahaya.

Purnama basah,
Seperti hati yg tersiram hujan terang bulan,
sukma memang resah..
Membiarkan kepak sayap ilusi terbang tak berteman...
 
 

Sunday, July 3, 2011

Titik Terendah

Aku ingin menangis, Emak.
Menumpahkah riuh kelabu yang terkumpul berwaktu - waktu.
Ikhlas itu perkara rumit tuk ku leburkan dalam tiap bahasa jiwa dan gerak tubuh.
Hatiku masih takluk, Emak.
Masih takluk pada keinginan yg bersemayam diatas harap.

Aku menangis, Emak.
Dekap aku meski kita berjarakan 'ketidaktahuan'mu,
tapi engkau pasti mengerti pada gurat sendu yang mengambang pada mata ini..

Kembali lagi aku pada titik terendah,
kalah pada rasa sedih..
Sapa lembut angin terasa badai yg menghuyung.
Berubahkan inderaku dalam mengenali rasa?
Aku tak bisa menyeka kering airmata, emak.
Kelapangan dada entah sejak kapan penuh sesak...

Raih kejatuhanku, Emak.
Jangan biarkan pekat menyirnakan yang sebenarnya aku
Jangan....

...


Sunday, June 26, 2011

SummeR

 
 
 
Jutaan butir embun sirna di laman tempat bunga asa tertanam
di ganti ketakterhitungan debu perak sarat kesilauan,
Mengambang
menjadi kabut yg lain sebelum kabut serat awan turun dari bebukit..

Lalu Dayu angin menghempas langkah kearah terhapusnya jejak,
panorama masih sama
romansa musim tak beda
Tapi
Ada yg hilang sejak malam pergi berhari hari yg lalu.

Khatulistiwa, Summer.
Matahari saja yg mampu merapalkan
bahwa mantra mantra sajak pencarian tlah kehilangan kemampuan tuk menembus julang misteri yg kau pagarkan.

!

Monday, June 20, 2011

Masih Bolehkah Cemburu?

( di balik jendela sunyi )

Masih bolehkah aku cemburu
pada hujan yang kerap kali datang menemui pucuk pucuk dedaun?
seakan menyanyikan lagu romansa,
sarat kehangatan rasa.

Masih bolehkah aku cemburu
pada hujan yang menyembunyikan bintang senja?
menghapus jejak pandangku,
memuisikan beku untuk ruang jiwa.

Masih bolehkah aku cemburu
pada hujan yang melipat sunyi dalam kerapian yang hening?
karna gelora yg kurisaukan
sungguh tak ada keampuhan lain yang mampu redamkan.

..dalam kediaman,
Masih wajarkah aku cemburui hujan??





By. ZeLika_Merry Mempawah

Tuesday, June 14, 2011

( Rindu Sajak ) , ( Sajak Rindu )

Hujan, lamat lamat mempertegas gerimis.
Membiarkan hawa dingin membekukan awan awan kelenaan.

Ada aroma sajak rindu yg tercium dari tanah yg basah,
tentang cemara cemara teman bercerita,
tentang gunung tempat edelwise pernah tumbuh,
tentang hati...
Yang jauh mengubur kata labuh.

Rindu sajak
Sajak rindu

Aku pun tau
kau pun tau
ada sajak rahasia yg kusimpan di peti waktu.
Biar kerahasiaannya bungkam di kikis pergantian musim..
Biar tetap seperti adanya saja.

Walau hujan dan tanah yg basah
sedikit menebarkan aroma
;
Sajak Rindu
Rindu Sajak

mu

.

Tuesday, May 31, 2011

Beri Aku Ciuman

Wajah jengah sudah menatap kepak sayap anak pipit di lapang ilalang,
sedang gemuruh di dada waktu tak hilang,
masih mengambang diantara tiupan angin tenggara yg rapuh..

Beri aku ciuman, wahai kekasih matahari.
Biar hangat jiwaku membinar,
meluluhkan beku nurani yg sangar.

Beri aku ciuman, wahai jantung hati sunyi.
Biar senyap sepi yg nyalang mampu memugar raga tuk tegap melangkah.

Beri aku ciuman, wahai benderang hari.
Agar separuh cahaya mampu menyelinap menjadi lentera hati.


...

Thursday, May 5, 2011

KembaLi

Kuhidupkan lagi de ja vu rasa
yang pernah menitik dulu entah karena apa,
Mungkin waktu itu cahaya rembulan sedang sempurna,
walau berbentuk tidak purnama....

Dan inilah keindahan yang kukembalikan,
Walau tak seranum hamparan krisan...
Namun 'membaca' gelapar bola mata
adalah musim semi yang memekarkan bunga - bunga keabadian jiwa...

Lalu sunyi pun tau,
Lembar - lembar buku catatan yang kosong
kan kembali menjadi prasastinya dalam wujud lalu yang teralpakan....


( meLihat kembaLi sunyi yang indah )


By. ZeLika_Merry Mempawah

puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

Tuesday, May 3, 2011

EmoSi

Kalau kau memperturutkan emosi,
Maka ia akan menyesatkanmu ke dalam kegelapan hati.
Dan kau akan menganggap hasutannya sebagai keyakinan diri...

Kalau kau mencari dirimu,
bukan di belukar hasrat. **
Bukan di lautan emosi,
Karna tak kan kau temu disana..

Yang terjadi justru hanyalah kepongahan yg lahir dari kepompong sakit hati.

Kenapa tak kau coba sejenak keluar dari lingkar hidupmu?
dan pandangilah dirimu sendiri dari sudut pandang yang lain,
Mungkin kau kan mengerti..
bahwa emosi pelan - pelan membuatmu melupakan naluri ikhlas kasih...

Sebenarnya, aku pun sama sepertimu,
Pernah disesatkan oleh emosi...
Namun akhirnya aku sadar,
bahwa disinilah proses kedewasaan diri,
Bila kau sanggup melewatinya dengan ketenangan sikap dan kelapangan hati
niscaya jiwamu kan menemukan kekuatan yang hakikih...


( buat seorang "Kawan" yang diliputi mendung gelap Emosi )



By. ZeLika_Merry Mempawah

puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

NOTE :
** Penggalan puisi Pay Jarot Sujarwo

Sunday, May 1, 2011

M A T I

Jika aku mati
Sampaikan beritanya pada buLan sabit yang pertama...

Katakan padanya
; Cahaya temaram itu kusimpan didalam tubuhku,
sebagai pengganti atma yang kembali ke langit ke tujuh.

Kalau aku mati
Kuburkan aku dalam do'a - do'a ketentraman,
Agar sajak - sajak yg menuliskan elegi
Sempurna kala matahari kembali esok hari.

Bila aku mati
Biarkan ceritaku ikut mengakhiri paragrafh nya yang sunyi,

agar perjalan yang tak usai dan tak menemu dermaga itu tak membuatku mati dalam rasa perih...


puisi, mempawah, puisi langit mempawah, puisi indonesia, sastra indonesia, Indonesian literature, Puisi cinta, Kesusastraan Indonesia

Kota Sunyi, Mei 2011
Di Tulis oleh ZeLika_Merry
Increase traffic